kenapa aku masih berdiam diri
saat kau mengisyaratkan cinta
yang kau titipkan kemarau panjang
pada hujan yang menjadikan semi
kenapa aku masih juga tidak menjawab
senyum tegur sapamu yang lalu
yang kau titipkan ombak beliung
pada rumah rumah yang tunduk ambruk
yang tersisa hanyalah rasa
kenapa aku masih juga enggan membalas
surat surat rindumu yang kau titipkan
yang tak rampung dikisahkan para penyair
hingga asat air samudra mereka jadikan tinta
yang tertinggal cukuplah sesal
hanya nisan masih setia menunggu
untuk menulis namaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar